Pendakian Gunung Fuji, Yakin kamu mau 2 kali?!

IMG_4717

Gunung Fuji, ini gunung yang biasanya kelihatan dari beranda kamar asrama kampus. Jauuuh sekali di cakrawala, jadi kadang sesekali lenyap tertutup pemandangan gedung-gedung yang gak tinggi (iya, ga ada gedung tinggi di sekitar Fuji) dan pegunungan lain (aku tinggal dekat gunung Takao, jadi pegunungan lain biasanya menyamarkan pemandangan Gunung Fuji itu sendiri).

Kali ini, tidak dari beranda kamar lagi, tapi langsung di depan mata! Rencana pendakian Gn.Fuji ini telah aku cita-citakan lama sekali, sejak dari awang-awang, sampai tidak percaya ternyata aku benar-benar bisa melakukannya.

Pendakian gunung Fuji sendiri hanya dibuka dari pertengahan Juli hingga awal September. Waktunya terbatas karena faktor cuaca. Berhubung awam, dan gak pede kalau pergi sendiri, karena gunungnya orang (bukan negara sendiri), aku pakai travel agen untuk pendakian kali ini. Tapi jangan salah, perhitungan dengan travel agent ini, setelah aku membandingkannya juga kalau dengan cara independent, ya wong sama saja lho ternyata biayanya, yaitu sekitar 20.000¬• (atau sekitar 2,3 juta rupiah) ūüėÄ

Nb. Supaya gak roaming, fyi dulu kalau rate yen ke rupiah kira2 segini >>
1 ¥ = Rp 124.

18 Juli 2016
5th STATION ‚Äď Subaru Line, 2305 Mdpl

5th Station Subaru Line

Pukul 7 pagi, kami berkumpul untuk naik bus yang lokasinya tidak jauh dari stasiun Shinjuku, Tokyo. Dari sini kami menuju Mt.Fuji 5th station untuk trek Subaru di prefektur Yamanashi.

Jadi, sebenarnya Gn. Fuji memiliki 4 jalur resmi, yaitu Yoshida trail, Subashiri, Gotemba, dan Fujinomiya. Yang paling banyak dan sering digunakan sebagai jalur pendakian adalah Yoshida dan Fujinomiya. Hampir semua treknya dimulai dari 5th station masing-masing. Mungkin kalau di Indonesia ini Pos 5 gitulah yak. Yap, dari Shinjuku langsung menuju 5th station (berhenti sebentar di rest area dan rental gear sih) sekitar kurang lebih 3 jam dengan bus. Kami start di 5th station Subaru Line dan mulai mendaki lewat jalur Yoshida.

5th station Subaru, juga 5th station Gunung Fuji yang lain, lokasi-lokasi ini merupakan lokasi titik awal pendakian (2300mdpl), sekaligus lokasi wisata juga sebenarnya. Karena dari masing2 5th station, Gunung Fuji dapat sangat jelas terlihat dan terasa begitu dekat. Di 5th station ini juga banyak restoran, tempat souvenir, bahkan ada sewa kuda!!Semacam puncak keknya ^^‚ÄĚ.

Kami menaruh beberapa barang yang tidak dibutuhkan dan menyimpannya dalam loker di salah satu bangunan restoran di 5th station ini. Harga loker bervariasi sesuai ukuran, mulai dari 300¥ (sekitar 40ribu Rupiah). Kamu bisa ganti baju di ruangan yang disediakan di lantai 3 dekat lokasi loker secara gratis lho! Cuma, kalau ke toilet bayar 200¥. Jadi, siapkanlah koin receh 100¥ yang banyak!

Setelah re-pack, makan siang, dan briefing, kami mulai mendaki hampir pukul 13:00. Dari 5th station kami mulai masuk jalur pendakian. Sebenarnya kalau kamu jeli memperhatikan, jenis medan Gn.Fuji hampir bisa dikenali dari saat mulai pendakian. Yes, pasir dan bebatuan.

Pohon-pohon sejuk masih melintang di kanan-kiri jalur pendakian saat awal. Bahkan masih ada turis yang juga berjalan kaki, naik kuda, atau naik cidomo (lha??) maksudku kereta kuda di jalur awal-awal ini. Sampai dengan 6th Station, kamu masih dapat melihat pohon-pohon. Namun setelah itu, hanya semak kecil yang ada sampai jalur pendakian 7th station.

Dari 5th ke 6th station, kurang lebih 1 jam perjalanan. Di 6th station kamu juga bisa menggunakan toilet dengan membayar 200¬•. Ingat, di Gn. Fuji kamu tidak bisa buang air sembarangan lho! Ini gunung sakralnya orang Jepang, dan memang kebersihan sangat dijaga‚Ķselain itu, memang tidak ada semak-semak kalau kamu mau buang air sembarangan ^^‚ÄĚ.

Dari 6th station menuju 7th station dengan ketinggian 2700mdpl, perjalanan kurang lebih memakan waktu 1,5-2 jam. Ada 7 hut (pondokan) yang letaknya berundakan di 7th station ini. Kami selalu ambil break pada masing-masing hut karena trek menuju masing-masing hut juga tidaklah mudah. Bebatuan dan tanjakan yang lumayan tajam. Ada tangga saat hampir mencapai hut, tapi tetap saja…tanjakannya tajam!

Pukul 15:00 di 7th Station. Di 7th station ini, kami mencoba Cream bread, roti yang berbentuk semacam bakpau dengan isian custard (krim) di dalamnya, yang katanya paling terkenal se-gunung Fuji. Tentu kami makan ini setelah tanya apakah tidak mengandung gelatin, dkk..Bismillah abis itu :D. Rotinya enak! Harganya lumayan (300¥) huhuhuhuhu…

Cream Bread!

Dari 7th station menuju 8th station, terutama menuju hut kami yang berada di ujung 8th station memakan waktu kurang lebih 3-4 jam. Treknya kebanyakan tanjakan batuan dan pasir. Tapi pemandangannya petjaaah!! Kami sudah di atas awan disini!!!

Lagi-lagi ada kurang lebih 7 hut di 8th station ini. Hut kami terletak paling atas dengan ketinggian 3400mdpl, hut paling dekat dengan puncak. Sampai di 8th station pukul 19:00, lebih 1 jam dari waktu yang dijadwalkan, karena kami kelelahan dan butuh banyak istirahat (kebanyakan istirahat sih, jadi kadang kaki udah lemes, tau2 jadi tegang lagi). Saat musim panas di Jepang, sampai pukul 7 malam atau hampir setengah 8 pun, langit masih terang, jadi di hari pertama ini mungkin kamu tidak perlu menggunakan senter/headlamp saat mendaki.


Tomoe-kan, hut ke-7 paling atas dari hut2 lain di 8th station.

Setelah makan malam, kami briefing untuk summit, lalu langsung tidur pukul 9 malam.

Di dalam hut
Suasana dalam hut

19 Juli 2016
Balada SUMMIT!!3776 mdpl

Dalam hut kedengeran banget suara angin yang berderu. ‚ÄėParah‚Äô, pikirku, ‚Äėsuaranya kayak badai‚Äô. Mulai pukul 1:30 dini hari, kami sudah bersiap-siap untuk summit. Aku pakai double, heat tech untuk celana dan baju. Kemudian pastikan pakai jaket tebal, headlamp, dan bawaan ringan seperlunya seperti snack, air mineral, dan dompet atau barang berharga lain.

Sarapan pagi kami, vegetarian meal, yang isinya menyedihkan (pokoknya kalau diceritain nanti sedih deh) sudah dibagikan di malam sebelumnya. Isinya sebuah pisang, air mineral, 2 buah roti yang gak jelas rasanya. Karena perut harus diisi untuk summit, aku makanlah pisangnya‚Ķ.setengah. Sisanya aku tinggal kecuali air mineralnya. Sebotol sedang cukup kok untuk summit pp. Iyap, itu aja ‚Äėsarapan‚Äôku untuk summit‚Ķsetengah buah pisang!! Jangan diikutin, makan yang cukup yaaa, kalau bisa ngeteh manis atau makan roti/cokelat!

Pukul 2:30 dini hari kami mulai pendakian menuju summit. Dari 8th station kami melakukan break sebanyak 3 kali masing-masing sekitar 5 menitan, dan break terakhir di 9th station di ketinggian sekitar 3600 mdpl. Dari 9th station, kami sudah tidak boleh ambil break lagi, berhubung rombongan, karena jalur sangat sempit, kalau kami ambil break kami akan menghalangi jalan. Tapi memang sebenarnya dari 9th station disarankan terus jalan kok untuk semua pendaki. Dari 8th station menuju summit ini, sekalipun aku tidak mendongak ke atas. Tidak sekalipun aku berani mencari dan melihat dimana summit-nya. Sugesti pada diriku sendiri sih, pokoknya kalau nanjak harus terus merunduk, biar gak di PHP-in sama puncaknya hehehe.

Jalurnya sempit, anginnya kenceng!! Pastikan kamu cukup berbobot supaya gak terbawa terbang bersama angin. Serius, anginnya parah! Aku sempat kebawa dan harus pegangan beberapa kali sama si mbak guide gegara angin kencang! Atau mungkin ini efek dari makan cuma setengah pisang dan 2 buah kurma???

4:30 pagi, satu langkah terakhir di tangga menuju summit. Alhamdulillaaaaah, rasanya pengen nangis sejadi-jadinya saat sampai. Kami tepat waktuu, ayeeeyy!!! Matahari belum muncul, dan kami menunggu sambil menatap segaris orange di cakrawala. Sambil berusaha bertahan sejadi-jadinya diterpa, ditampar-tampar, dicabik-cabik angin kencang di puncak. Pegang kamera dan hp aja gemeteran karena tangan mati rasa dan angin terus menderu. Kalau ga dipegang banget, bisa wassalam itu kamera dan hpnyaaaa.

Alhamdulillah lagi, cuaca yang awalnya kami pikir akan mendung dan putiiiih saja, malah cerah secerah-cerahnya. Sunrise-nya indah banget!!! Kami beryukur dan beruntung sekali! Sebenarnya kalau kamu mau, kamu bisa muterin kawahnya lho, tapi bayar 500¬• lagi. Dan di seberang kawah itu, sebenarnya ada puncak utama lagi.. Tapi males deh, serius udah ga sanggup..apalagi ditampar-tampar angin dan pasirnya..ahahahaha‚Ķ Satu-satunya tempat berlindung dari terpaan angin adalah toko-toko souvenir dan kuil yang ada di puncak! Iyaaa, ada toko souvenir, ada yang jual makanan anget, dll..jadi kalau di Indonesia biasanya kalau summit selalu diiming-imingi ‚ÄúAyo, ada bakso lho di puncak!‚ÄĚ, disini benar-benar ada!! Bedanya yaa..bukan bakso..tapi ramen atau oden (pokonya makanan yang berkuah deh). Jadi jangan khawatir kelaperan atau gak ada air, banyak yang jual..banyaaaaak!

Pukul 6 pagi kami mulai turun kembali ke hut di 8th station. Medannya sama, pasir dan bebatuan. Sama sekali tidak ada vegetasi….atau mungkin ada semak ijo-ijo kecil yah.
Agak terjal, rasanya kayak langsung terjuan di atas lautan awan gituh ^^‚ÄĚ. Turun menuju 8th station kurang lebih 1 jam, dan kami langsung bersiap-siap untuk turun kembali ke 5th station.

Turun Summit

Jalur yang kami pilih untuk turun adalah Yoshida trail, nama jalurnya sama, tapi arah jalur berbeda dari saat pendakian, dan parahnya, jalurnya mengular! Mengularnya panjaaaaaaang sekali, sampai kami kira tidak sampai-sampai. Waktu normal untuk turun dari percabangan di 8th station ke 5th station adalah sekitar 3 jam. Kami mulai turun pukul 7:30 pagi.

Aku, temanku kak Sari, dan satu orang Australia turun dan sampai di 5th station pukul 09:50, banyak waktu untuk istirahat sampai bus kembali datang menjemput kami untuk kembali ke Shinjuku pukul 11:45 nanti…yesss!!!

Sebatas yang aku tau, tidak ada tempat mandi, karena tahukah kamuu… gunung Fuji tidak punya mata air! Segala air di hut dan tempat-tempat lain di bawa dari bawah atau entah dengan cara apa. Tapi sekali lagi tenang, tidak usah bawa air berlebihan. Kalau kurang kamu bisa beli di setiap hut atau bahkan di puncak, cuma ga bisa mandi, gapapalah yak!

Total waktu pendakian :
5th station ‚Äď 8th station : 7 jam
8th station ‚Äď Summit : 2 jam
8th station ‚Äď 5th station : 2 jam an (normal 3 jam)

Pengeluaran :
Biaya travel agent = 20.600¥
Fasilitas >
– Bus PP Shinjuku-Subaru Fuji 5th Station
РHut semalam (kalau independent juga bisa booking biaya permalam sekitar 6000-8000¥)
– Makan 3 kali + air mineral
– 3 orang Guide bisa bahasa Inggris
– Suvenir lucuk yang gak bisa dibeli dimanapun
Biaya sendiri selama pendakian :
Loker (kalau mau) mulai dari 300¥-600¥ sesuai ukuran
Toilet 4 kali ke toilet @200¥
Jajan2 1000 ¥ termasuk beli kartu pos seharga 530¥ (dapet 3 lembar kartu pos + 1 perangko) yang bisa kamu kirim di post office di puncak Fuji!!! Dan sebuah cream pan yang rasanya uenak di 7th station!

Total Biaya : 22.100¬• (belum termasuk pp dari Shinjuku ke asrama siiih….)

Apa saja yang harus kamu siapkan untuk mendaki??
1. Siapkan fisik : olah raga minimal lari sebulan sebelumnya (serius, treknya lumayan berat!)
2. Siapkan mental, karena tanjakan terjal kadang mengalahkan niat untuk terus maju.
3. Jaket tebal sekaligus wind breaker
4. Sarung tangan (kalau bisa tebal)
5. Air mineral secukupnya > Aku cuma minum 1 liter selama seluruh pendakian.
6. Cokelat atau Kurma > Kurma sangat membantu!! Buktinya, dari summit sampai turunke 5th station, aku cukup kuat dengan makan hanya pisang dan 2 buah kurma,,,(serius ini jangan diikutin tapii)
7. Treking pole (sangat membantu karena medan kebanyakan pasir)
8. Uang receh 100¥ yang cukup, karena tiap ke toilet kamu harus bayar 200¥!!
9. Kamera dan Hp, penting buat narsis!
10. Masker! Medannya banyak pasir, pastikan kamubawa masker kecuali kalau kamu mau makan pasir ^^”

Sekali lagi….mendaki itu..menunduklah saat mendaki, dan tegaplah saat turun. Agar kamu tidak berharap tinggi, hanya percaya saja semampu yang kamu bisa, agar cita-cita di puncak tak mematahkan semangatmu. Percaya kakimu, jangan matamu!
Dan tegaplah saat turun, karena kalau membungkuk kamu bisa jatuh terguling-guling ehehehe….

20 Juli 2016
Badan remuk redaaaaaamm..

Terima kasih Fuji untuk pemandangan sunrise super indahnya!!!!!

Ps. Sunrise yang sama bisa kamu nikmati dari 8th station juga kok, tanpa perlu bersusah payah naik kalau mau…tapi ya rasanya beda..:)

Comments
  1. yannie
    • Gita Pramesari
  2. sapta
    • Gita Pramesari
  3. Jaslina
    • Gita Pramesari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *