Don’t judge a garden by it’s place (esp.in Japan!)

DSC02366

“Karena yang dadakan…. (biasanya) selalu keren!!”

Jalan2 itu gak selalu harus mahal, dan tempat keren itu gak selalu harus jauh. Seorang teman Jepang, namanya Yuki san lagi S2 dan masih single, cakep dan baik pulak (eh,malah promosi :P) tau-tau mengajakku untuk melihat mekarnya bunga kosmos di salah satu taman yang cukup terkenal dengan ladang bukit kosmosnya, dan yang terpenting free HTM!!

Showa Kinen Kouen, atau jika diartikan adalah Taman Peringatan Periode Showa… bisa jadi merupakan taman yang dibangun sejak jaman Showa dan dijaga sampai dengan sekarang! Biasanya, taman ini dibuka untuk umum, namun dengan tiket masuk seharga 400 yen (jika harga 1 yen = 100 rupiah, maka ya…sekitar 40ribu)…mungkin sama dengan kalau kita mau masuk ke taman bunga mekarsari (eh…gatau, itulah pokoknya ^^”).

Nah, saat akhir Oktober kemarin saja nih, aku beruntung sekali dapat informasi dari teman kalau taman ini dibuka secara gratis!!! Plus, lokasi yang tidak begitu jauh dari asrama… ohohoho alhamdulillah rejeki anak ketjee ūüėÄ

Taman ini, kalau diukur bisa ngabisin sehari semalem, luasss…luas banget!
Kami mulai langsung dengan salah satu ikon dari taman ini yaitu jalur pohon musim gugur, jalur dimana sebuah jalan dengan banyak pohon di kiri-kanan jalan yang mulai menguning daunnya karena perubahan musim gugur. Keren banget seperti di tipitipi!!

Berhubung sudah siang dan perut kami lapar, kami langsung mencari daerah tujuan awal kami, yaitu bunga kosmos! Yak, tujuan kami ke taman ini adalah melihat bunga kosmos saat mekar sempurna!! Dan beruntung, tahun ini juga bunga kosmos berwarna kuning bisa mekar, karena biasanya kosmos hanya berwarna pink, pink ungu, dan putih.

Lelah dan lapar setelah berfoto di kebun bunga kosmos kuning, kami membuka alas piknik kami di salah satu area terbuka yang memang merupakan area terbuka terbesar di dalam taman ini. Banyak yang melakukan hal yang sama, karena hari itu cuaca cerah, hanya anginnya saja kencang banget, sampai sampai kami harus lari-lari mengejar plastik makanan yang terbang kemana2 =_=”.

Hal ini nih salah satu yang saya kagumi dari Jepang, ruang hijau terbuka untuk publik, luas banget lagi!! Pertama kali dalam hidup, aku pergi piknik di taman sebuah kota yang memiliki ruang terbuka yang luas seperti ini. Orang bebas bermain, bersantai, berjemur diri, mengobrol, ada yang pacaran pulak…terserah sih kan taman umum :D!

Puas makan siang di samping pohon rindang, saatnya menuju area atraksi utama…bukit kosmos!! Karena masih sejalan dengan si bukit kosmos, kami sempatkan mampir di sebuah taman tradisional Jepang. Di taman ini

Ada beberapa bagian di dalam taman, yaitu taman bunga kosmos kuning sekaligus ruang bermain (dan piknik) terbuka, bukit bunga kosmos (yang merupakan primadona dari taman ini saat musim gugur), taman tradisional Jepang (lengkap dengan kolam dan jembatan cantiknya, juga area bonsai dimana aku sangat sangat kagum melihat ketelatenan orang Jepang untuk membuat segala gala pohon menjadi mini!! Dan di taman ini juga aku dan teman2 bisa menjumapi pohon momiji yang sudah mulai berubah warna daunnya, Ketjee, sueer!!

Puas muter2 taman Jepang, kami gak bisa menunda lagi buat menuju bukit kosmos, udah sore soalnyaaa~~!! Ahahahaha…
Setelah nyasar, dan baca-baca beberapa plang petunjuk, bukit kosmos dengan sukses membuat kami berteriak bahagia!!

Bukit penuh kosmos menyambut kami dan sejuta umat pengunjung lainnya ^^”~~!!! Ini keren! Suer, sebagai seorang norak yang gak pernah lihat kebun bunga seluas ini (padahal sih sebenarnya kalau dibandingkan dengna kebun bunga Jepang lainnya, ini ukurannya biasa aja), pemandangan bukit kosmos ini luar biasa!!

Kami harus ‘mendaki’ sekitar 3 undakan bukit untuk memutari keseluruhan bukit bunga kosmos yang sedang mekar-mekar sempurnanya ini! Berjubel mengantri dengan banyak orang untuk foto di satu spot terbaik dan menurutku, hari ini kami norak berjamaah, karena memang lebih banyak yang lebih norak XP

Showa Kinen Kouen, bisa dicapai dengan mudah dari Stasiun Nishi-Tachikawa, kalau mau jalan dikit bisa juga dari St.Tachikawa. Lihat pintu masuknya sih biasa aja, tapi ternyata saat masuk dan diputari, luasnya kayak 1/2nya Taman Mini yang di Jakarta (Eh…apa sama malah luasnya ya??). Pokoknya kalau di Jepang, ga ketebak deh seberapa luas tamannya cuma dari penampakan gerbangnya!

Comments
  1. Web Hosting

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *